2. Baru Menstrusai

Baru Menstruasi
Baru Menstruasi

Jika usia sahabat sehat saat ini pra-remaja atau remaja yang baru saja mulai menstruasi (menarche), maka ini kondisi yang normal jika menstruasi sering tidak teratur baik perupa telat haid ataupun haid yang lebih sering, dalam hal ini erat kaitannya dengan kesimbangan hormon yang belum baik.

3. Gangguan Tiroid

Gangguan Tiroid
Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Jika kelenjar tiroid yang mengendalikan metabolisme tubuh tidak bekerja dengan baik, jadwal menstruasi akan terganggu.

Masalah tiroid yang mungkin sahabat sehat alami adalah hipotiroidisme di mana tiroid menjadi kurang aktif. Sementara sahabat sehat juga mungkin mengalami hipertiroidisme di mana tiroid menjadi sangat aktif. Perubahan hormon inilah yang menganggu ovulasi dan bisa menyebabkan masalah kesuburan.

Gejala lain dari gangguan tiroid adalah kelelahan yang ekstrim, rambut rontok, meningkatnya bobot tubuh, dan merasa dingin terus-menerus ketika orang lain merasa nyaman dengan suhu sekitar.

Tes darah sederhana bisa memastikan apakah tiroid bekerja dengan baik atau tidak. Sahabat sehat dapat mengatasi gangguan itu dengan obat-obatan dari dokter. Menstruasi pun akan kembali normal setelah masalah diobati.

4. Terlalu Banyak Hormon Prolaktin

Sahabat sehat mungkin tidak mengalami satu periode menstruasi (atau lebih) jika memproduksi hormon prolaktin dalam jumlah tinggi yang tidak normal.

Tubuh wanita biasanya membuat prolaktin saat menyusui, dan itu sebabnya menstruasi biasanya tidak terjadi ketika Ibu menyusui. Jika hal ini terjadi, sahabat sehat akan melihat adanya cairan seperti susu di puting payudara. Kondisi ini biasanya bisa diatasi dengan obat-obatan.

5. Stres

Stres
Stres

Wanita modern, khususnya yang bekerja ternyata memiliki kecenderungan mendapatkan stress berlebihan karena tekanan berlebihan atau pergaulan sosialnya. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya stres, diantaranya tekanan lingkungan kerja, kelelahan, urusan rumah tangga, dan lain sebagainya.

Tanpa disadari, stress bisa memicu masalah ketidak lancaran siklus menstruasi. Saat sahabat sehat mengalami stres yang berlebihan, hal ini dapat mempengaruhi hipotalamus di otak yang berperan untuk kegiatan hormonal. Tubuh akan mengeluarkan hormon yakni kortisol dan adrenalin.

Kedua hormon ini akan muncul ketika tubuh merasakan ancaman. Sementara itu, kedua hormon ini juga akan memengaruhi otak yang mengakibatkan masalah ketidak seimbangan hormon. Selain dua hormon tersebut, stres akan menurunkan jumlah hormon GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone).

Ketidak seimbangan hormon ini yang menyebabkan ovulasi tertunda atau tidak terjadi sama sekali. Disarankan untuk berlatih teknik relaksasi seperti melakukan yoga dan meditasi, mengubah gaya hidup, serta rutin berolahraga agar siklus haid kembali lancar.

6. Berat Badan Turun

BB Turun
BB Turun

Menstruasi terlambat kemungkinan dialami oleh perempuan dengan gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia. Lemak tubuh yang sedikit ternyata sangat mungkin membuat menstruasi jadi terlambat. Estrogen yang membantu ovulasi tersimpan di dalam lemak.

Bagi sebagian besar perempuan, estrogen tersimpan dalam pinggul dan pinggang karena di bagian itu terdapat banyak lemak. Maka ketika ada pengurangan lemak, tubuh tidak akan menghasilkan cukup estrogen sehingga berdampak pada ovulasi dan dapat merusak siklus menstruasi.

Mengobati gangguan makan dan menaikkan berat badan secara sehat dapat mengembalikan siklus haid normal.

7. Pola Makan Buruk

Sahabat sehat sebaiknya tidak sembarangan makan karena pola makan yang salah akan menyebabkan masalah pada siklus menstruasi. Pola makan buruk bisa membuat sahabat sehat kehilangan nutrisi sehingga menyebabkan masalah pada kelenjar adrenal dan tiroid.

Pola makan yang tidak cukup serat dan terlalu banyak lemak menjadi salah satu contoh yang dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi.

8. Olahraga Terlalu Ekstrim

Olahraga Terlalu Ekstrim
Olahraga Terlalu Ekstrim

Berolahraga terlalu ekstrim ternyata masuk ke dalam daftar penyebab terlambat menstruasi. Saat sahabat sehat melakukan olahraga ekstrim, metabolisme kerja tubuh mungkin saja terganggu. Hal ini akan memengaruhi ovulasi dan perubahan pada siklus menstruasi.

Aktifitas fisik berlebihan memicu stress dan meningkatnya kadar testosteron pada tubuh, sehingga berdampak pada ketidak seimbangan hormon pada wanita. Penurunan berat badan akibat olahraga ekstrim juga menjadi masalah yang perlu diperhatikan.

Selain itu, latihan fisik yang terlalu berlebihan dan dipaksakan dapat menimbulkan athletic amenorrhea. Umumnya kondisi ini banyak terjadi pada atlet, di mana mereka biasa ditempatkan pada tekanan tinggi untuk terus latihan fisik.
 
Selain melatih fisik, biasanya hal ini juga dilakukan untuk menurunkan berat badan atlet. Nah, penurunan berat badan yang drastis dapat memengaruhi produksi hormon leptin. Perubahan itulah yang turut berkontribusi membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

9. Mengonsumsi Pil KB

Pil KB
Pil KB

Wanita yang mengonsumsi pil KB cenderung mengalami keterlambatan masa menstruasi. Pil KB terkenal dapat membuat banyak ketidak seimbangan hormon pada tubuh.

Pil KB atau pil pencegah kehamilan mengandung hormon estrogen dan progestin, yang mencegah indung telur melepaskan sel telur. Dibutuhkan waktu hingga enam bulan agar siklus menstruasi kembali konsisten setelah berhenti mengonsumsi pil KB.

Alat kontrasepsi yang ditanam atau disuntik juga dapat menyebabkan menstruasi terlambat.

Tetapi, ada kalanya wanita menggunakan pil KB untuk membantu ovarium dan rahim mereka berkomunikasi, sehingga mendapatkan menstruasi yang teratur, tapi hal itu tak akan bermanfaat jika sahabat sehat tengah mencoba untuk mendapatkan momongan.

10. Faktor Usia

Faktor penyebab terlambat datang bulan berikutnya bisa berupa faktor usia. Pada usia remaja tubuh mengalami banyak perubahan hormon, tubuh yang sedang menyesuaikan dengan hormon kewanitaan kadang akan menyebabkan telat datang bulan.

Demikian juga pada usia 45-55 tahun atau awal menopause, tubuh kembali mengalami masa transisi yang juga akan menyebabkan haid kurang teratur. Setelah benar-benar mengalami menopause, wanita sama sekali tidak akan mengalami haid lagi karena ovarium sudah tidak menghasilkan sel telur.

11. Masa Menopause Prematur

Kasus ini memang jarang terjadi. Beberapa wanita mengalami menopause dini, yaitu sebelum usia 40 tahun. Kebanyakan wanita mulai memasuki menopause pada usia 45-55 tahun. Menopause menyebabkan pasokan telur berkurang atau berakhir, ini memicu mereka mengalami keterlambatan bahkan pemberhentian masa menstruasi.

12. Konsumsi Obat

Dalam beberapa kasus, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pil KB, aspirin, dan ibuprofen dapat mengubah hormon dalam tubuh wanita yang mengatur siklus menstruasi. Efeknya menstruasi pun bisa saja datang terlambat ketika seseorang mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Jenis obat lain yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi adalah obat gatal dan obat sakit telinga. Jika obat berhenti dikonsumsi, biasanya haid akan lancar kembali.

13. Kegemukan

Berat badan erat kaitannya dengan siklus haid atau menstruasi. Jika berat badan berlebih, ada kemungkinan siklus haid menjadi tidak teratur, kadang datang tiap bulan, kadang tidak untuk beberapa bulan.
 
Hal tersebut dikarenakan sel telur kecil-kecil yang mengakibatkan ketidak seimbangan hormon yang menyebabkan datang bulan menjadi tidak teratur. Kondisi ini disebut polycystic ovary syndrome (PCOS).
 
Kondisi tersebut tidak membutuhkan pengobatan namun tetap harus diperhatikan. Menurunkan berat badan harus menjadi prioritas utama. Caranya tentu saja dengan melakukan perubahan gaya hidup demi mengurangi berat badan.

14. Polycystic ovary syndrome (PCOS)

Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik merupakan gangguan hormonal dimana tubuh wanita menghasilkan lebih banyak hormon pria Androgen-Testosteron daripada hormon wanita Estrogen dan Progesteron.

Hormon ini mempengaruhi indung telur memproduksi folikel yang sangat tinggi kadarnya di dalam darah. Hal ini umumnya terjadi di kalangan wanita usia reproduksi. Folikel adalah kantong yang terbentuk sebagai tahap awal produksi sel telur.

Tingginya kadar hormon, membuat produksi folikel yang belum matang meningkat sehingga tidak menghasilkan sel telur. Wanita dengan PCOS juga memiliki banyak kista kecil yang terletak di sepanjang tepi luar dari masing-masing ovarium (indung telur).

Hal ini menyebabkan tidak adanya ovulasi dan hormon menjadi tidak seimbang di dalam tubuh.
 
Akibatnya, siklus menstruasi pun menjadi tak teratur dan menyulitkan wanita untuk mendapatkan keturunan. Wanita dengan kondisi PCOS bisa mengalami menstruasi setiap dua minggu, tiga sampai enam bulan, bahkan mungkin setahun sekali.
 
Selain periode menstruasi yang tidak teratur atau berkepanjangan, gejala umum lain wanita dengan PCOS di antaranya pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan kelebihan berat badan.

Baca Juga : Keluarga Anda Memiliki Asam Urat Tinggi? Inilah 25 Cara Mengobati dan Menormalkan Asam Urat dengan Bahan Alami

15. Penyakit Kronis

Penyakit Kronis
Penyakit Kronis

Jika sahabat sehat sedang sakit, apalagi sakit dalam jangka waktu yang cukup lama, maka akan mengakibatkan siklus menstruasi terlambat. Hal ini biasanya hanya sementara. Siklus menstruasi akan kembali normal jika sakit yang sahabat sehat alami sudah sembuh.

Jenis penyakit yang harus diwaspadai terkait dengan terlambat haid adalah penyakit akibat infeksi hubungan seks. Selain itu ada juga penyakit tumor indung telur yang biasanya menyerang wanita berusia di atas 35 tahun.

Diabetes dan penyakit celiac juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Gula darah yang tidak stabil terkait erat dengan perubahan hormonal, alhasil diabetes yang tidak terkontrol membuat menstruasi menjadi tidak teratur.

Sedangkan penyakit celiac menyebabkan peradangan yang dapat merusak usus kecil. Kondisi ini bisa menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting, sehingga menyebabkan menstruasi terlambat.

16. Perubahan Menstruasi Mendadak

Bagi wanita berusia lebih dari 40 tahun, segera konsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan profesional jika menstruasi sahabat sehat berubah secara tiba-tiba. Misalnya darah yang keluar lebih banyak dan waktu menstruasi lebih lama.

Mengapa? Hal tersebut bisa saja menjadi tanda-tanda kanker endometrium, polip serviks, polip endometrium, atau kondisi prakanker (hiperplasia endometrium).

Klik Untuk Membaca Halaman Berkutnya >>

<

Iklan

Laman: 1 2 3