Kemaluan terasa sangat gatal, iritasi pada labia dan sekitarnya, serta keluar cairan kental berwarna putih? Ya, kemungkinan ini adalah infeksi jamur (Kandidiasis) pada vagina (vaginitis). Tapi, jangan takut dengan infeksi ini.

Karena, gangguan ini juga terjadi pada banyak perempuan, baik yang aktif melakukan aktivitas seksual dan yang tidak. Meskipun sering terjadi, ada baiknya sahabat sehat selalu menjaga kesehatan.

Karena menjaga kesehatan, terutama organ reproduksi merupakan langkah awal dalam mempersiapkan masa depan yang menyenangkan.

Nah, artikel ini membahas persoalan yang perlu sahabat sehat ketahui mengenai penyebab, gejala, dan kebiasaan yang menyebabkan infeksi jamur di vagina. Artikel ini juga dilengkapi dengan cara mencegah dan mengobati infeksi jamur di vagina.

Untuk itu, mari kita simak kiat – kiatnya di bawah ini.

Penyebab Infeksi Jamur di Vagina

cara-mengobati-infeksi-jamur-candida

Infeksi jamur tidak hanya menyerang bagian-bagian tubuh seperti mulut dan kulit, tetapi juga vagina. Infeksi jamur di vagina disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans.

Candida sebenarnya memang tumbuh secara normal di bawah sana bersama dengan bakteri Lactobacillus.

Tapi, jumlah yang berlebihan akan mengganggu kesehatan kemaluanmu. Karena asam berlebih dari hasil bakteri candida ini menyebabkan bakteri lainya mati, lalu terjadilah ketidak seimbangan mikroorganisme dalam vagina yang mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari jamur candida, dan terlalu banyaknya jamur ini dalam vagina mengakibatkan infeksi jamur.

Bukan cuma jamur, tapi juga bakteria yang tumbuh secara berlebihan juga bisa menjadi penyebab utamanya. Biasanya kondisi infeksi jamur vagina terjadi pada wanita yang sedang stres, kurang tidur, asupan nutrisi buruk, sakit atau pada saat hamil maupun mengonsumsi antibiotik.

Gejala Infeksi Jamur di Vagina

Infeksi jamur dapat menyebabkan gejala seperti gatal, rasa seperti terbakar, kemerahan di bagian vulva, berbau asam pada vagina, ruam kulit, tak nyaman saat berhubungan seksual dan keluar cairan warna putih yang tebal.

Gejala tersebut bisa sangat mengganggu. Sehingga mengakibatkan buang air kecil dan bercinta menjadi tidak nyaman.

Selama kehamilan, risiko infeksi jamur, naik. Untuk sebagian besar kasus, infeksi jamur tidak berbahaya, bahkan ketika hamil.

Hanya saja bagi wanita hamil harus ekstra hati-hati dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, wanita hamil dengan infeksi jamur, beresiko tinggi selama masa persalinan karena dapat menularkan infeksi tersebut kepada bayinya.

Waspadalah Wahai Perempuan!!!

728px-treat-vaginitis-step-6

Infeksi jamur menjadi hal paling sering dialami perempuan. Hampir sebagian besar wanita pernah mengalami infeksi jamur pada satu atau lebih periode hidupnya.

Bahkan sekitar 75 persen wanita pernah sekali mengalami kondisi akibat pertumbuhan jamur Candida albicans berlebih ini. Lalu, ada 45 persen wanita yang kemungkinan mengalaminya dua kali atau lebih.

Pertanyaannya, kenapa sebagian perempuan cenderung lebih sering terkena infeksi ini? Dilansir dari Health.com, gaya hidup dan kebiasaan juga bisa memengaruhi.

Alyssa Dweck, MD, seorang ginekolog dari Mount Sinai School of Medicine in New York mengatakan kepada media ini, kehamilan, diabetes, penyakit kelamin yang menular, serta penggunaan antibiotik juga bisa mendorong pertumbuhan Candida secara tidak normal.

Kebiasaan Yang Bisa Menyebabkan Infeksi

Sekarang, kebiasaan apa yang bisa menyebabkan infeksi ini terjadi? Alyssa mengatakan, kebiasaan buruk yang terdengar sepele bisa menyebabkan infeksi jamur pada kemaluan.

infeksi-pada-vagina-600x500

Pertama, penggunaan celana dalam yang dipakai berulang kali. Juga bisa karena bahan yang bukan katun. Jadi, sebaiknya sahabat sehat selalu memakai pakaian dalam yang berbahan katun.

Baca juga : Susah Lolos Tes Buta Warna, Baca Artikel ini Agar Tak Terulang Kembali

Kedua, tak perlu membunuh organisme baik yang ada dalam vagina dengan melakukan douching atau sabun kewanitaan yang mengandung parfum dan bahan kimia. Lagi pula, vagina sahabat sehat tak butuh sabun-sabun itu. Cukup membasuhnya dengan air bersih yang mengalir.

Ketiga, sahabat sehat harus pintar-pintar memilih tampon atau pembalut. Jangan gunakan yang berparfum. Selain itu, hati-hati dalam memilih pasangan saat bercinta. Sebaiknya sahabat sehat tetap setia dengan satu orang saja.

Mencegah Infeksi Jamur di Vagina

1007157shutterstock-204625354780x390

Ternyata, ada banyak cara yang bisa sahabat sehat lakukan untuk mencegah infeksi jamur di vagina. Sahabat sehat perlu melakukan pencegahan ini agar vagina tetap sehat dan terlindungi dari penyakit. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

Klik Untuk Membaca Halaman Berkutnya >>

Iklan

Laman: 1 2 3 4